483.In Memoriam Gito Rollies (1.11.1947 – 28.02.2008)


Hari Kamis 28 Februari 2008, di RS Pondok Indah Jakarta telah meninggal dunia dengan tenang Haji Bangun Soegito Bin Tukiman a.k.a Gito Rollies
Semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT

Hari Hari” telah kita lalui baik yang penuh kicau “Burung Kecil” maupun yang penuh “Kemarau” hingga akhirnya kita pun hanya bisa mengucapkan “Salam Terakhir”.

“hari-hari datang dan pergi / hari esok bukan hari ini / yang akan datang biarlah datang / nikmatilah hari ini / hari ini tak pernah akan kembali / dan nikmati hingga kemarin takkan kau sesali lagi”

Berikut Perjalanan Musik Gito Rollies yang dituliskan sahabatnya Denny Sakrie di harian Republika (17 Sept.2007):

MENELUSURI TAPAK MUSIK GITO ROLLIES

Perjalanan musik dan hidup Gito Rollies memang penuh warna. Berawal dari pentas pertunjukan musik rock yang hedonistik hingga ke dunia religius di jelang usia ke-60 pada 1 November nanti. Lelaki berparas keras dengan nama lengkap Bangun Soegito Toekiman ini dilahirkan di Biak, Irian Barat.
Meskipun sekarang Gito lebih menekuni kehidupan Islami sebagai seorang dai, namun, Gito yang pertamakali bergabung di kelompok Bandung The Rollies di akhir dasawarsa 60-an itu, masih belum meninggalkan dunia musik. Lelaki yang pernah mengenyam pendidikan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB), meski tak selesai ini, bahkan baru saja merilis album solo terbarunya bertajuk Kembali Pada-Nya di bawah label Sony BMG Indonesia.
Menariknya, di album yang beratmosfer religius ini, Gito menyanyikan ulang dua hit The Rollies yaitu Cinta yang Tulus (Kau yang Kusayangi), karya Ignatius Hadianto dan Hari Hari, karya Oetje F Tekol. Lirik kedua lagu ini memang sengaja diubah.

[Read More]

Advertisements

483.In Memoriam Gito Rollies (1.11.1947 – 28.02.2008)


Hari Kamis 28 Februari 2008, di RS Pondok Indah Jakarta telah meninggal dunia dengan tenang Haji Bangun Soegito Bin Tukiman a.k.a Gito Rollies
Semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT

Hari Hari” telah kita lalui baik yang penuh kicau “Burung Kecil” maupun yang penuh “Kemarau” hingga akhirnya kita pun hanya bisa mengucapkan “Salam Terakhir”.

“hari-hari datang dan pergi / hari esok bukan hari ini / yang akan datang biarlah datang / nikmatilah hari ini / hari ini tak pernah akan kembali / dan nikmati hingga kemarin takkan kau sesali lagi”

Berikut Perjalanan Musik Gito Rollies yang dituliskan sahabatnya Denny Sakrie di harian Republika (17 Sept.2007):

MENELUSURI TAPAK MUSIK GITO ROLLIES

Perjalanan musik dan hidup Gito Rollies memang penuh warna. Berawal dari pentas pertunjukan musik rock yang hedonistik hingga ke dunia religius di jelang usia ke-60 pada 1 November nanti. Lelaki berparas keras dengan nama lengkap Bangun Soegito Toekiman ini dilahirkan di Biak, Irian Barat.
Meskipun sekarang Gito lebih menekuni kehidupan Islami sebagai seorang dai, namun, Gito yang pertamakali bergabung di kelompok Bandung The Rollies di akhir dasawarsa 60-an itu, masih belum meninggalkan dunia musik. Lelaki yang pernah mengenyam pendidikan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB), meski tak selesai ini, bahkan baru saja merilis album solo terbarunya bertajuk Kembali Pada-Nya di bawah label Sony BMG Indonesia.
Menariknya, di album yang beratmosfer religius ini, Gito menyanyikan ulang dua hit The Rollies yaitu Cinta yang Tulus (Kau yang Kusayangi), karya Ignatius Hadianto dan Hari Hari, karya Oetje F Tekol. Lirik kedua lagu ini memang sengaja diubah.

[Read More]

482.Catatan 6th aNIDJIversary


Masih di tengah suasana banjir tahunan Jakarta, Minggu kemarin (03.02.08) NIDJI merayakan ulang tahun yang ke 6, bertajuk “aNIDJIversary” musik spesial ini disiarkan secara langsung oleh RCTI dari Studio PSI Pengadegan Jakarta. Acara ini dimeriahkan oleh bintang tamu seperti LETTO dan Peterpan, LETTO membawakan hits mereka seperti “Permintaan Hati”, “Sandaran Hati”, “Ruang Rindu” dan “Sebelum Cahaya”, sedangkan Peterpan dengan lagu “Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi”, kali ini Ariel Peterpan berkolaborasi dengan Giring sedangkan Host acara ini dibawain ama Evan Sanders.

Setelah VT tentang Perjalanan NIDJI dari tour ke kota ke kota sampai tour ke luar negeri dan juga beberapa greeting ultah, salah satunya dari NH Surabaya, NIDJI membuka penampilan dengan “Kau Dan Aku” yang langsung menghentak panggung yang dikelilingi lebih dari 500 NiDJIholic yang hadir plus beberapa media cetak dan elektronik yang meliput langsung acara ini. Tanpa jeda disambung dengan hits lawas “CHILD” dan solo drum ADRI sebelum masuk ke lagu ketiga “HEAVEN” remix version dibawain NIDJI bareng-bareng ama NIDJIholic. Untuk session pertama ini semua Personil NIDJI berpakaian hitam-hitam rapi ala NIDJI.

Di segmen kedua diisi ama Peterpan dan Letto, Nidji tampil kembali setelah komersial break ke dua di session ketiga dengan lagu “Jangan Lupakan”, Giring bawain lagu ini di depan keyboard dengan tata pencahayaan bernuansa biru. Di akhir lagu ini yang sudah akrab di telinga NIDJIholic Evan Sanders menghadirkan Kue Ulang Tahun diikutin para ortu Nidji plus bu Acin dari Musica, bikin surprise NIDJI juga kehadiran Titiek Puspa di antara ortu NIDJI. Setelah prosesi Ultah selesai, NIDJI langsung menggebrak dengan single “Arti Sahabat”, di tengah-tengah lagu Giring sempat terhenti dan meletakkan mic ke lantai setelah melihat ke belakang ada Arman Maulana dari GIGI yang ikut menyanyikan “Arti Sahabat”. Ini merupakan salah satu surprise yang dihadirkan panitia soalnya di Run Down Acara tak ada nama Arman Maulana yang nota bene merupakan salah satu penyanyi favourite Giring. Bak sahabat yang gak ketemu lama, mereka berpelukan sambil menyelesaikan lagu “Arti Sahabat”.

Di awal segmen ke empat dibuka Letto dengan medley “Sandaran Hati” & “Ruang Rindu”, dilanjutkan penampilan NIDJI dengan medley “Sudah” dan “Pulang”., seperti biasa di kedua lagu ini dilantunkan bareng-bareng NIDJIholic dan tak lupa Giring bawain dengan gaya tempo dulu saat awal kemunculannya. “Bila Aku Jatuh Cinta” dibawain NIDJI bersama Ariel Peterpan disambung lagu romantis “Manusia Sempurna” dan lagu nge-beat “Hapus Aku”. Di tengah-tengah “Hapus Aku” kehadiran Ahmad “Dewa19” Dhani mengejutkan NIDJI untuk yang kedua kalinya setelah kehadiran Arman ‘GIGI” Maulana.

Untuk ketiga kalinya Letto naik panggung dengan “Sebelum Cahaya” di sambung dengan “Shadows’ single ketiga NIDJI dari album TOP UP, Giring dengan lampu tukang parkir yang sekarang jadi trend menggoyang studio bahhkan di tengah-tengah lagu giring lompat ke tengah penonton, tiduran di atas penonton sambil tetap menyanyi. Inilah kreatifitas NIDJI yang terus bertambah dan selalu menciptakan tren baru.

Di penghujung acara, single ‘Cinta Tak Pernah Sama” dibuka dengan pukulan drum Giring di depan panggung yang juga diikutin instrumen aneh milik runD yang dipukul berganti-gantian. Di akhir lagu Rama juga ikutan memukul drum bersahut-sahutan dengan Giring menciptakan ritme baru. “Disco Lazy Time” salah satu lagu wajib NIDJI membuat NIDJIholic lupa diri, bahkan sampai memenuhi panggung utama tempat Giring berada, dikhawatirkan ada sesuatu yang tak diinginkan puluhan NIDJIholic tersebut ditarik turun panggung. “Biarlah” menutup acara spesial “aNIDJIversary” malam itu di tengah suka cita NIDJI & NIDJIholic yang telah merayakan Ultah-nya yang ke-6.

Beberapa foto yang berhasil diambil dapat dilihat di: Galeri Foto NIDJI
Sedangkan untuk video rekamannya dapat juga dilihat di: Galeri Video NIDJI

Sukses buat NIDJI dan NIDJIholic.

Written by: TAM at tamtomo@nidjiholic.com
::crossposting www.nidji.blogspot.com and www.nidjizone.multiply.com::

482.Catatan 6th aNIDJIversary


Masih di tengah suasana banjir tahunan Jakarta, Minggu kemarin (03.02.08) NIDJI merayakan ulang tahun yang ke 6, bertajuk “aNIDJIversary” musik spesial ini disiarkan secara langsung oleh RCTI dari Studio PSI Pengadegan Jakarta. Acara ini dimeriahkan oleh bintang tamu seperti LETTO dan Peterpan, LETTO membawakan hits mereka seperti “Permintaan Hati”, “Sandaran Hati”, “Ruang Rindu” dan “Sebelum Cahaya”, sedangkan Peterpan dengan lagu “Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi”, kali ini Ariel Peterpan berkolaborasi dengan Giring sedangkan Host acara ini dibawain ama Evan Sanders.

Setelah VT tentang Perjalanan NIDJI dari tour ke kota ke kota sampai tour ke luar negeri dan juga beberapa greeting ultah, salah satunya dari NH Surabaya, NIDJI membuka penampilan dengan “Kau Dan Aku” yang langsung menghentak panggung yang dikelilingi lebih dari 500 NiDJIholic yang hadir plus beberapa media cetak dan elektronik yang meliput langsung acara ini. Tanpa jeda disambung dengan hits lawas “CHILD” dan solo drum ADRI sebelum masuk ke lagu ketiga “HEAVEN” remix version dibawain NIDJI bareng-bareng ama NIDJIholic. Untuk session pertama ini semua Personil NIDJI berpakaian hitam-hitam rapi ala NIDJI.

Di segmen kedua diisi ama Peterpan dan Letto, Nidji tampil kembali setelah komersial break ke dua di session ketiga dengan lagu “Jangan Lupakan”, Giring bawain lagu ini di depan keyboard dengan tata pencahayaan bernuansa biru. Di akhir lagu ini yang sudah akrab di telinga NIDJIholic Evan Sanders menghadirkan Kue Ulang Tahun diikutin para ortu Nidji plus bu Acin dari Musica, bikin surprise NIDJI juga kehadiran Titiek Puspa di antara ortu NIDJI. Setelah prosesi Ultah selesai, NIDJI langsung menggebrak dengan single “Arti Sahabat”, di tengah-tengah lagu Giring sempat terhenti dan meletakkan mic ke lantai setelah melihat ke belakang ada Arman Maulana dari GIGI yang ikut menyanyikan “Arti Sahabat”. Ini merupakan salah satu surprise yang dihadirkan panitia soalnya di Run Down Acara tak ada nama Arman Maulana yang nota bene merupakan salah satu penyanyi favourite Giring. Bak sahabat yang gak ketemu lama, mereka berpelukan sambil menyelesaikan lagu “Arti Sahabat”.

Di awal segmen ke empat dibuka Letto dengan medley “Sandaran Hati” & “Ruang Rindu”, dilanjutkan penampilan NIDJI dengan medley “Sudah” dan “Pulang”., seperti biasa di kedua lagu ini dilantunkan bareng-bareng NIDJIholic dan tak lupa Giring bawain dengan gaya tempo dulu saat awal kemunculannya. “Bila Aku Jatuh Cinta” dibawain NIDJI bersama Ariel Peterpan disambung lagu romantis “Manusia Sempurna” dan lagu nge-beat “Hapus Aku”. Di tengah-tengah “Hapus Aku” kehadiran Ahmad “Dewa19” Dhani mengejutkan NIDJI untuk yang kedua kalinya setelah kehadiran Arman ‘GIGI” Maulana.

Untuk ketiga kalinya Letto naik panggung dengan “Sebelum Cahaya” di sambung dengan “Shadows’ single ketiga NIDJI dari album TOP UP, Giring dengan lampu tukang parkir yang sekarang jadi trend menggoyang studio bahhkan di tengah-tengah lagu giring lompat ke tengah penonton, tiduran di atas penonton sambil tetap menyanyi. Inilah kreatifitas NIDJI yang terus bertambah dan selalu menciptakan tren baru.

Di penghujung acara, single ‘Cinta Tak Pernah Sama” dibuka dengan pukulan drum Giring di depan panggung yang juga diikutin instrumen aneh milik runD yang dipukul berganti-gantian. Di akhir lagu Rama juga ikutan memukul drum bersahut-sahutan dengan Giring menciptakan ritme baru. “Disco Lazy Time” salah satu lagu wajib NIDJI membuat NIDJIholic lupa diri, bahkan sampai memenuhi panggung utama tempat Giring berada, dikhawatirkan ada sesuatu yang tak diinginkan puluhan NIDJIholic tersebut ditarik turun panggung. “Biarlah” menutup acara spesial “aNIDJIversary” malam itu di tengah suka cita NIDJI & NIDJIholic yang telah merayakan Ultah-nya yang ke-6.

Beberapa foto yang berhasil diambil dapat dilihat di: Galeri Foto NIDJI
Sedangkan untuk video rekamannya dapat juga dilihat di: Galeri Video NIDJI

Sukses buat NIDJI dan NIDJIholic.

Written by: TAM at tamtomo@nidjiholic.com
::crossposting www.nidji.blogspot.com and www.nidjizone.multiply.com::