389.Indonesia Raya (Versi Lain)

Lihat Video Klipnya di Sini

Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.
Marilah kita berseru “Indonesia bersatu.”

Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

(Refrein)
Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.

Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia! Tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya.
Indonesia, Tanah pusaka, Pusaka Kita semuanya.
Marilah kita mendoa, “Indonesia bahagia!”

Suburlah Tanahnya, Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya semuanya.
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Indonesia! Tanah yang suci, Tanah kita yang sakti.
Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati.
Indonesia! Tanah berseri, Tanah yang aku sayangi.
Marilah kita berjanji: “Indonesia abadi!”

Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya semuanya.
Majulah Negrinya, Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein (2×)

388.Wake Up Now And Feel The Same

Awalnya adalah kunjungan dadakan di sela-sela tour di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 12 April 2007 setelah konser mereka di Pasuruan dibatalkan karena berbarengan dengan Ujian Nasional. Seperti dilansir harian Kompas NIDJI melakukan pertunjukan sosial buat menghibur para pengungsi di pos Pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur dan bawain 5 lagu secara spontan dengan alat musik seadanya. Bahkan karena terispirasi para pengungsi ini, NIDJI bikin lagu berjudul “Harapan” yang liriknya berisi dorongan harapan semangat generasi muda agar tak menyerah dengan keadaan sulit masa kini.

Atas dasar itulah Giring dkk, ngajak semua NIDJIholic di seluruh tanah air buat ngebantu para pengungsi khususnya anak-anak yang telah kehilangan tempat tinggal. NIDJIholicare merupakan wadah NIDJIholic menunjukkan kepedulian terhadap beberapa bencana di tanah air, untuk kali ini baru dimulai pada para pengungsi korban lumpur panas di Porong Sidoarjo. Selain mengumpulkan bantuan berupa alat-alat sekolah seperti buku tulis, buku pelajaran dan buku bacaan lain yang bermanfaat dari NIDJIholic langsung juga memproduksi kaos bertema kemanusian. Kaos ini diproduksi secara bertahap dengan biaya produksi ditanggung NIDJIholicare dan hasil penjualannya digunakan untuk pembelian bahan bantuan tersebut.

[read more]


388.Wake Up Now And Feel The Same

Awalnya adalah kunjungan dadakan di sela-sela tour di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 12 April 2007 setelah konser mereka di Pasuruan dibatalkan karena berbarengan dengan Ujian Nasional. Seperti dilansir harian Kompas NIDJI melakukan pertunjukan sosial buat menghibur para pengungsi di pos Pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur dan bawain 5 lagu secara spontan dengan alat musik seadanya. Bahkan karena terispirasi para pengungsi ini, NIDJI bikin lagu berjudul “Harapan” yang liriknya berisi dorongan harapan semangat generasi muda agar tak menyerah dengan keadaan sulit masa kini.

Atas dasar itulah Giring dkk, ngajak semua NIDJIholic di seluruh tanah air buat ngebantu para pengungsi khususnya anak-anak yang telah kehilangan tempat tinggal. NIDJIholicare merupakan wadah NIDJIholic menunjukkan kepedulian terhadap beberapa bencana di tanah air, untuk kali ini baru dimulai pada para pengungsi korban lumpur panas di Porong Sidoarjo. Selain mengumpulkan bantuan berupa alat-alat sekolah seperti buku tulis, buku pelajaran dan buku bacaan lain yang bermanfaat dari NIDJIholic langsung juga memproduksi kaos bertema kemanusian. Kaos ini diproduksi secara bertahap dengan biaya produksi ditanggung NIDJIholicare dan hasil penjualannya digunakan untuk pembelian bahan bantuan tersebut.

[read more]


387.Berada Di Sini, Saat Ini

Oleh : Arvan Pradiansyah

Dua astronot mendapatkan tugas melakukan penelitian di bulan. Ketika kembali ke bumi, salah seorang di antaranya menceritakan bagaimana ia harus menekan naluri seninya ketika sampai di sana.

Ia ingat ketika ia melihat kembali ke bumi dan tertegun oleh pemandangan itu. Beberapa saat ia berdiri terpaku dan berpikir, “Bukan main, sungguh indah!”

Namun, kawannya segera menyadarkannya dan berkata, “Jangan buang-buang waktu. Mari segera mengumpulkan batu!”

Cerita tadi sebenarnya menggambarkan apa yang kita alami sebagai manusia modern. Kita harus berpikir cepat dan bergerak cepat, bahkan kadang kita bergerak tanpa banyak berpikir. Moto kita adalah “lebih cepat, lebih murah, lebih baik”. Karena itu, berpikir, belajar, merenung, berkontemplasi dan rekreasi sering dianggap sebagai kegiatan yang menghabiskan waktu dan tidak produktif.

[read more]