262.The Power Of Determination

Kategori: MOTIVATION

Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang menggantung disana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.

Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal diambilnya sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itupun menjadi korban kejengkelan dan keisengannya, dirusak tanpa ampun. Perhatiannya teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira Apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?

MORE


260.Berikan Maafmu

Kategori: MOTIVATION

Bila kita sibuk mencari kesalahan orang lain;
memenuhi ingatan dengan kekeliruan orang lain;
mengobarkan kebencian pada perilaku orang lain;
maka pandangan kita akan kemajuan diri terkaburkan.

Jangan bebani pundak kita dengan semua itu.
Bebaskan diri kita.
Biarkan lepas.
Biarkan diri kita menjadi ringan.

[Selanjutnya]


259.Memaafkan Derajad Kemuliaan Diri

Kategori: SPIRIT

Frendz, ingat gak kisah saat Rasulullah menolak bantuan yang ditawarkan Jibril buat menimpakan gunung pada masyarakat Thaif yang telah menghina Rasulullah dan para sahabat? Kala itu, Rasul membalas perlakuan masyarakat Thaif hanya dengan memaafkan mereka.
Sebuah sikap bijak yang jadi salah satu bukti betapa Rasulullah sangat pemaaf.
Kisah lain menunjukkan saat beliau menjadi orang pertama yang menjenguk seorang Quraisy kala sakit, meski sebelumnya tak bosan-bosannya meludahi Rasulullah tiap hari.
Sungguh Allah-lah yang mampu memelihara hati sedemikian suci, jiwa sebegitu besar.

Memaafkan, menjadi kata yang yang mudah diucapkan, namun teramat sulit untuk dilakukan.
Kita mungkin pernah merasa tersakiti karena canda yang dilontarkan seorang teman…….

[Selanjutnya]

258.Hari Kemenangan

Hari Kemenangan telah tiba…
Ya, kemenangan.
Pesta Kemenangan!!!
Kemenangan adalah kesadaran.
Bukan untuk dimenangkan atau dikalahkan.

Kemenangan menyadari kelemahan diri.
Kemenangan menyadari sang ego diri.
Kemenangan menyadari diri sendiri.

Ya, menyadari ada daging dalam diri.
Ya, menyadari ada rasa di sekujur.
Ya, menyadari ada pikiran si kendali.

Semoga kesadaran berbuah…
Berbuah kerendahhatian sang diri.
Berbuah tabik sujud pd Sang Khalik.

[Krishnamurti]

257.Overload Romance

SEMUA TENTANGMU

aku biasa tuk membelaimu
aku biasa tuk katakan sayang
tapi kutak bisa memilikimu
karena kutak bisa memaksa dirimu

semua ini hanya mimpiku
semua ini hanya tentangmu
kala kisah terindah ketulusan cintaku
teruji tanpa ku harus memiliki

aku biasa tuk mengerti kamu
aku biasa tuk mendengar kamu
tapi kutak bisa menafikkanmu
karenan kutak bisa tinggalkan dirimu

semua ini hanya mimpiku
semua ini hanya tentangmu
kala kisah terindah ketulusan cintaku
teruji tanpa ku harus memiliki

256.Lagi-lagi Lebaran

artikel ini pernah dimuat tahun lalu dengan judul Esensi Kemenangan karena lebaran emang seperti tahun-tahun sebelumnya…. sepi dan makin sepi aja….

Lebaran sudah menjadi tradisi, siaran langung TV dari terminal dan stasiun, berita kemacetan ataupun berita kecelakaan.
Lebaran adalah hari kemenangan, dalam beberapa hari ke depan umat muslim merayakan keberhasilan perjuangan terhadap godaan segala macam nafsu, termasuk godaan haus dan lapar dan juga godaan…. yang laen.
Kemenangan emang perlu perayaan, meski cara merayakannya sebaiknya sederhana dan gak harus wah.
Dari balik rasa syukur terselip filosofi yang sering dilupakan banyak orang.
Kemenangan datang melalui proses, bukan suatu proses yang instant.
Kalaupun akhirnya kita menjadi pemenang, hasil tersebut juga akan instant bersifat semu, tidak stabil serta tak tahan lama, liat para pemenang lomba kontes di TV yang sekarang dah ilang entah kemana.

Menjadi pemenang emang nggak gampang , menurut Rhenald Kasali (seorang pakar manajemen) kita perlu memahami tujuh dasar ato fondasi untuk jadi pemenang.
Apa saja fondasi untuk jadi pemenang itu:

1. You are what you believe atau faktor kepercayaan.
2. Bersedia mengalami dan menerima kekalahan, karena kekalahan bukan akhir dari segalanya.
3. Kecepatan untuk bangkit dari suatu kegagalan atau kekalahan.
4. Kesabaran, dasar ini penting karena dengan kesabaran kita akan jadi pemenang.
5. Terbiasa dengan perubahan,
intinya adalah menyambut perubahan positif dengan sikap dan mental yang positif pula.
6. Memiliki Etika, sifat ini yang membentengi kita dari godaan-godaan atau terjebak dalam permainan kotor.
7. Dasar yang terakhir adalah antusias, banyak orang yang awalnya bermodal kesederhanaan & modal pas-pasan di awal perjalanan membangun sukses & sikap antusiaslah yang menjadi bahan bakar mereka (premium kali…!)

255.Lebaran Lagi

Ngaturaken sugeng riyadi
Nyuwun gunging pangaksami lahir lan batos, Menawi wonten kalepatan,
Ugi dipun paringi berkah ingkang kathah saking GUSTI ALLAH SWT.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1427 H
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
Mohon Maaf Lahir & Bathin

254.Wealth, Succes and Charity

Kategori: LOVE & LIFE

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

[MORE]

253.Tetaplah Berbuat Baik

Seorang sahabat bertanya pd saya:
“Mengapa Anda tetap berbuat baik pada:
– orang yang menusuk Anda dari belakang
– orang yang mengkhianati Anda
– Mencomoohi Anda dari belakang
– Mencium pantat Anda…”

Saya menjawab:
“Itulah tantangannya, apakah saya bisa tetap berbuat baik pada orang tersebut. Namun, pilihan saya untuk tidak bersatu dengan org tsb”

Hidup ini sungguh sederhana…

Oleh: Krishnamurti