197.Taman Tempat Memendam Rindu (Gede Prama)

Kategori: MOTIVATION

SETIAP kali ada pergeseran musim, terutama dari musim kemarau ke musim hujan, mendadak sontak ada kegembiraan yang muncul.
Setiap mata yang dibekali kejernihan, setiap telinga yang bersahabat dengan kepekaan, setiap rasa yang sering bersahabat dengan getaran-getaran semesta, melihat munculnya kegembiraan ketika musim hujan datang.
Kegembiraan ini memang tidak disertai oleh tepuk tangan, tidak diikuti suara musik, apalagi pemberian piala.
Sekali lagi, hampir tidak ada hiruk pikuk di sana.
Yang ada hanyalah ungkapan-ungkapan kegembiraan sebagai cermin rasa syukur yang mendalam.

Perhatikan pohon apa saja. Lengkap dengan akar, batang, daun, bunga sampai dengan buah.
Wajahnya berbeda ketika musim hujan datang.
Bahkan dibandingkan dengan pohon yang disiram tangan manusia tiga kali sehari pun, berbeda penampakannya.
Tidak saja daun dan bunganya yang bertambah banyak, melainkan kualitas ekspresi daun dan bunganya juga berbeda.
Tidak saja akar yang memeluk tanah yang tampak gembira, bahkan tanah tempat banyak sekali hal berasal juga seperti menampakkan wajah-wajah gembira.
Sehingga dalam totalitas, ketika musim hujan tiba, seperti ada yang bersuara di taman sana.

[more]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s