103.Saat Lapang & Saat Sempit

Kategori: SPIRIT

Ada kalanya seseorang diposisikan oleh Allah ke dalam keadaan qabd (sempit) dan ia ingin segera hijrah ke posisi bast (lapang).
Betapa pun besarnya keinginan orang itu, jika suratan takdir Ilahi belum saatnya, maka ia akan tetap berada dalam kesempitan.
Semakin meronta untuk hijrah dari gelap ke terang, ia makin ”kesakitan”.
Bagaimana mungkin di malam yang pekat seseorang mencari secercah sinar matahari?
Itulah sebabnya, Syekh Atha’illah Asy-Syakandari dalam kitab Hikam-nya menerangkan bahwa saat qabd, seseorang hendaknya menenangkan dirinya dan bersabar menunggu fajar.
Dalam gelapnya malam, janganlah berharap mencari terangnya sinar matahari, tetapi hendaknya menikmati keadaan malam yang sesungguhnya yang tidak kalah dengan siang hari.

[Selanjutnya]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s