090. Pakde & Payung

Kategori: MOTIVATION

PANGGIL saja Pakde. Usia 86 tahun, tapi tubuh seperti 60-an tahun. Perawakan sedang, gigi masih sanggup mengunyah jagung, dan rambut belum putih walau tak mengenal hair tonic.
Alamiah. ”Saya masih suka nyangkul, wong petani,” katanya.
Keseharian dia memang di kebun kopi, jagung, dan kebun singkong.

Kini, dia menetap di Lampung Utara. Ia hijrah dari Jakarta 40 tahun lalu. Alasannya, ”Jakarta dijejali oleh orang yang penuh rekayasa.” Semua hal dipolitisir. Mulut sulit dipegang karena hati tidak pernah tulus. Tak sedikit yang senang mengagung-agungkan diri, dan seolah diri sendiri paling benar, serta gila pujian. Padahal, bagusnya hati itu bukan karena harta, bukan pakaian, juga bukan dari rupa. Banyak orang ingin mengangkangi apa saja. Serba berpamrih. Sementara itu, etika bersopan santun makin minim.

”Bahkan, pembantu pun lebih galak ketimbang juragan,” ujar istri Pakde.
Sepertinya, semua orang tercipta untuk mudah sinis.

[Selanjutnya]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s