061.AA Gym: Tiga Tugas Manusia

Bila semua yang dilakukan kita niatkan sebagai ibadah; sebagai sarana meraih ridha Allah, pasti hidup kita akan tenang.
Saudaraku, satu hal penting dalam hidup adalah memiliki tujuan.
Kita harus bisa menjawab: untuk apa kita hidup dan apa yang harus kita lakukan untuk mengisinya.


Memahami secara benar tujuan hidup, akan membuat semua yang kita lakukan lebih terarah, terfokus dan kita pun bisa terhindar dari perbuatan sia-sia.
Orang yang memiliki tujuan, walau lambat jalannya, jauh lebih baik dari orang yang melakukan percepatan tapi tidak memiliki tujuan.
Walau lambat, asal istikamah melangkah, insya Allah ia akan sampai ke tempat tujuan.

[Selanjutnya]


060.Hidup Tidak Untuk Dipikul, Tetapi Untuk Dinikmati

“Life is not be endured, but to be enjoyed. – Hidup tidak untuk dipikul, tetapi untuk dinikmati.”
Hubert H. Humphrey
, mantan wakil presiden & senator Amerika.

Setiap hari adalah hari yang sangat indah dan istimewa, di mana pun kita berada dan apa pun yang kita kerjakan.
Kehidupan sehari-hari yang indah dan bisa kita nikmati tidak selalu terlihat cantik dan menyenangkan.
Karena kehidupan kita ini adalah sebuah proses, yang penuh dengan dinamika, ketidakpastian, perubahan, dan pencobaan dalam bentuk suka maupun duka.

Dikisahkan tentang sebuah fenomena seorang wanita, sebut saja Susi.
Wanita tersebut berlibur bersama suaminya, Hidayat, ke Australia.
Susi sangat tertarik pada sebuah baju yang indah terbuat dari bulu biri-biri.

[Selanjutnya]

059.Hati yang Penuh Syukur-Kan En Tek Sin

Sering kali saat kita bangun pagi begitu membuka mata pikiran kita sudah terbebani oleh berbagai masalah.
Seperti; pekerjaan kantor yang masih tertunda, janji yang belum ditepati, target penjualan yang belum tercapai.
Dan mungkin timbul perasaan kecewa, stres, marah pada diri sendiri atau orang lain yang masih tersimpan dalam hati.
Atau mungkin juga masalah percintaan, keluarga, keuangan, penyakit dan berbagai macam problem lainnya.

[Selengkapnya]

058.Mengalah Itu Bijaksana

PREDIKAT miring banyak tertuju pada kita.
Disebut, misalnya, bangsa yang sakit, pemalas, penjiplak, pengutang, penipu, pendusta, koruptor, teroris, peracun, tukang gontok-gontokan, dan predikat jelek lain.
Stempel tak sedap itu muncul dari berbagai kalangan.
Saya hanya bisa mengurut dada.

Jelas-jelas, misalnya, lampu di perempatan menyala merah, eh, nyelonong terus.
Polisi di depan mata pun tak digubris, dan memang tak bisa berbuat apa-apa.
Negeri ini seperti tak berhukum.
Saat kendaraan dia kesenggol pengendara lain, mata dipelototkan liar sembari mulut mengumpat: ”Matamu ditaruh di mana?

[Selengkapnya]

057.Hidup Ini Indah

Dulu, ketika Robin Williams membintangi film Dead Poet Society yang inspiratif itu, dan juga Tom Hanks membintangi film Forrest Gump yang menarik itu, saya fikir tidak akan ada lagi film inspirasi kehidupan yang seinspiratif ini.
Akan tetapi, begitu menyaksikan film dengan judul Life Is Beautiful, lagi-lagi fikiran saya disentak oleh pilosopi kehidupan yang lain dari biasanya.
Bagaimana tidak tersentak, hidup yang senantiasa ditandai oleh siklus naik turun, diikuti oleh mood, emosi dan rasa syukur yang juga naik turun, tiba-tiba saja ada orang yang menikmati baik siklus naik maupun turun kehidupan.

Itulah kira-kira pesan dasar film Life Is Beautiful.
Lebih menyentuh lagi,pesan tadi disampaikan lewat tokoh seorang ayah yang mengajak anaknya untuk selalu melihat sisi menyenangkan dari kehidupan.

[Selanjutnya]

056.Tujuh Langkah Kesabaran

Ada sebuah cerita yang patut kita renungkan, cerita ini diambil dari bukunya Andrie Wongso (Success is My Right)- salah seorang motivator yang banyak mengambil dari falsafah china.

Sebuah rumah gubuk kecil berdiri anggun di tanah pegunungan yang indah dan hijau.
Di gubuk yang terpencil itu, tinggallah seorang kakek tua yang sangat terkenal karena kebijakasanaannya.
Banyak orang dari berbagai tempat datang kepadanya untuk meminta nasehat si kakek tua itu.
Suatu hari, datanglah seorang pria yang telah tiga hari lamanya menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.
Sesampai di hadapan si kakek tua, pria itu memohon nasehat tentang bagaimana cara mengendalikan emosi yang tidak terkendali.
Setelah sejenak memandang pria tersebut, sang kakek tua nan bijak itu pun berkata, ”Anak muda, setiap kali engkau tersinggung atau terpancing untuk marah-marah, ingatlah ren 7 pu. Tujuh langkah kesabaran. Untuk itu, lakukanlah twee 7 pu, cai cuo 7 pu, yaitu melangkah mundur tujuh langkah, lalu maju tujuh langkah, dan lakukan hal tersebut tujuh kali kali berturut-turut. Lakukan dengan langkah mantap sambil berhitung. Setelah itu, barulah engkau ambil keputusan bertindak.”

[Selanjutnya]

055.Memaafkan, Derajat Kemuliaan Diri

Frendz, ingat gak kisah saat Rasulullah menolak bantuan yang ditawarkan Jibril buat menimpakan gunung pada masyarakat Thaif yang telah menghina Rasulullah dan para sahabat? Kala itu, Rasul membalas perlakuan masyarakat Thaif hanya dengan memaafkan mereka.
Sebuah sikap bijak yang jadi salah satu bukti betapa Rasulullah sangat pemaaf.
Kisah lain menunjukkan saat beliau menjadi orang pertama yang menjenguk seorang Quraisy kala sakit, meski sebelumnya tak bosan-bosannya meludahi Rasulullah tiap hari.
Sungguh Allah-lah yang mampu memelihara hati sedemikian suci, jiwa sebegitu besar.

Memaafkan, menjadi kata yang yang mudah diucapkan, namun teramat sulit untuk dilakukan.
Kita mungkin pernah merasa tersakiti karena canda yang dilontarkan seorang teman…….

[Selanjutnya]

054.Merendah Itu Indah

Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia.
Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka.
Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka.
Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci.
Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana.
Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi.
Ada lapangan golf yang teramat indah.
Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dibandingkan surga.


[Selengkapnya]

053.Powerful Beyond Measure

“Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us. We ask ourselves, `Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, and fabulous?’ Actually, who are you
not to be? You are a child of God. Your playing small does not serve the world.
There is nothing enlightened about shrinking so that other people won’t feel insecure around you. We were born to manifest the glory that is within us. And as we let our light shine we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from
our own fear, our presence automatically liberates others.”

~Sebagaimana dikutip dari Marianne Williamson oleh Nelson Mandela dalam inaugurasinya sebagai presiden Afrika Selatan

Kutipan dari Nobel Laureate Nelson Mandela ini sangat mengusik kalbu.
Bagaimana tidak? Selama ini banyak orang yang menilai saya “overconfident“.

[Selanjutnya Di Sini]

052.Menjauhi Dendam

Dalam kehidupan kita ini, ada orang-orang yang merasa hidupnya hanyalah akan berarti apabila mereka mampu membalas dendam.
Bagi orang-orang yang memendam dendam ini, tidak ada kehormatan atau makna lain selain terbalasnya dendam kesumat tersebut.

Dendam sebenarnya juga merupakan sebuah cita-cita, namun biasanya lebih bermakna negatif.

[Selanjutnya di Sini]