017.REPUBLIK CINTA: Estetika Sufistik Yang Masih Nanggung

…..Laskar Cinta//sebarkanlah benih-benih cinta//musnahkanlah virus-virus benci……

Apa yang kita rasakan dengan sepenggal lirik di atas? Emosi lantaran si penulis lirik sepertinya sok tahu tentang makna cinta, atau justru menjadi tersenyum lantaran lirik itu seperti “sindiran” atas estetika cinta yang makin luntur [di negeri ini?]

Banyak yang mengatakan, Dhani Ahmad si penulis lirik terpengaruh oleh bacaan-bacaan sufistik yang bertebaran di rumahnya.
Permenungan pria yang pernah bersitegang dengan salah satu organisasi yang mengatasnamakan agama, setahun silam, ternyata menghasilkan sebuah lirik yang cukup kuat tentang cinta.

Bagi seorang sufi, prosesi pertama yang harus dilakukan adalah pemurnian.
Pemurnian dan pencucian merupakan kebutuhan pokok, terutama pada akal.
Semua ketidakmurnian menyebabkan penyakit sebagaimana ketidakaturan dalam kerja sistem fisik. Hal ini sama berlaku pada akal.
Ada ketidakmurnian-ketidakmurnian akal yang menimbulkan penyakit-penyakit yang berbeda-beda. Dengan mencuci akal, orang membantu menciptakan kesehatan baik pada tubuh maupun pada akal.

Tentu tak semuanya bermuara pada sufistik seperti itu.
Karena album REPUBLIK CINTA tetap saja berputar pada lingkaran komersialisme.
Pada album yang terdiri dari 11 lagu ini, mereka kembali menambahkan angka 19 di belakang nama DEWA. Nama yang sempat dipakai pada awal karir band yang identik dengan vokal Ari Lasso.

Album Republik Cinta ini dijadikan Dewa19 sebagai ajang Go-Internasional atau mungkin lebih tepat Go-Asia.
Untuk lebih mendukung obesesinya, Dewa19 akhirnya lepas dari Aquarius Musikondo, label yang selama ini menjadi tempat bernaung Dewa19 dalam memproduksi album-albumnya dan bergabung dengan EMI Music Internasional yang berkedudukan di Hongkong dengan kontrak selama 3 album yang rencananya akan dipasarkan di kawasan Asia.

Dalam album ini, Dewa19 juga memperkenalkan logo baru yang dengan sebutan “Dewa19” yang seakan menegaskan kepada dunia bahwa nama Dewa 19 sudah mempunyai hak patent. Logo tersebut adalah logo lama yang di modifikasi ulang.

Album Republik Cinta terdapat 11 lagu dengan variasi musik yang berbeda-beda dan tergolong baru.

Laskar Cinta :
Lagu ini bernuansa musik timur tengah dengan lirik yang begitu lugas dan introspektif.
Sound yang aneh dengan sayatan gitar Andra dan didukung dengan loop dari Dhani menambah khasanah aransemen musik yang tergolong baru.
Liriknya juga mempunyai kekuatan yang mampu mendukung lagu ini menjadi hidup.

Emotional Love Song :
Saya masih ingat dengan musik pada lagu ini.
Lagu ini dulunya dibawakan oleh Anang pada album Tania dengan judul Kamu Sama Aku Saja dan diciptakan oleh Dhani.
Pada album ini lagu tersebut diubah judul dan liriknya dengan sedikit aransemen baru, tetapi masih saja tidak bisa dibedakan dengan lagu aslinya.

Larut :
Lagu ini memiliki interlude yang hampir sama dengan lagu Bukan Rahasia dan boleh dibilang hampir menyerupai.
Kekuatan lagu ini bisa dibilang terletak pada reffrain dengan noise back vocal yang digalang oleh Dhani sendiri.
Sekali lagi, melody Andra terbukti menambah keistimewaan pada tiap lagu-lagu Dewa.

Sedang Ingin Bercinta :
Lagu ini adalah satu-satunya lagu yang sungguh-sungguh aneh dibanding lagu-lagu Dewa yang pernah ada.
Dengan intro yang berkesan rap dan reffrain yang nge-rock banget ditambah dengan irama dangdut yang begitu kental dibawakan oleh Mulan Ratu sebagai back vocalnya.

Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu :
Lagu ini (lagi-lagi) menampilkan suara Dhani pada bagian intro.
Penuh eksperimen dengan nuansa musik JADUL.

Lelaki Pencemburu :
Lagu ini juga bernuansa musik JADUL dengan sayatan gitar Andra yang mulai awal sampai akhir seakan menjadi benang merah.
Lirik lagu ini pada bagian reffrainnya “…AKU TAK KAN PEDULI .. SIAPA YANG BERANI .. MENDEKATI KAMU .. AKAN KUBUNUH..” mengingatkan kita dengan lagu Cemburu “…INGIN KUBUNUH PACARMU … SAAT DIA PELUK TUBUH INDAHMU…”.

Lover Rhapsody :
Lirik dalam lagu ini tergolong datar karena hanya berisi unsur pemujaan terhadap seseorang yang dicintai.
Nuansa orkestranya begitu kental dan menyatu dengan karakter vocal Once dan berakhir dengan sebuah kengototan yang diiringi permainan drum Tyo.

Selimut Hati :
Romantisme adalah kekuatan dalam lagu ciptaan Andra ini dan dukungan back vocal yang mengingatkan pada lagu Ahmad Band “Aku Cinta Kau dan Dia”.
Lagu ini adalah lagu yang paling aku suka pada album ini, lagu yang seakan bernyawa dengan lirik yang membuat lagu ini semakin hidup.
“…Aku kan menjadi malam-malam mu. Kan menjadi mimpi -mimpi mu dan selimuti hatimu yang beku. Aku kan menjadi bintang-bintang mu Kan slalu menyinarimu Dan menghapus rasa rindumu yang pilu. AKU BISA UNTUK MENJADI APA YANG KAU MINTA. UNTUK MENJADI APA YANG KAU IMPIKAN. TAPI KU TAK BISA MENJADI DIRINYA. Aku kan menjadi embun pagimu yang menyejukkan jiwamu Dan membasuh hatimu yang layu.
Tinggalkan sejenak lalumu. Beri sdikit waktu kepadaku tuk meyakinkan mu…”
(decicated to someone pokoknya)

Flower in The Desert :
Salah satu lagu berbahasa Inggris dengan irama nge-beat dengan balutan nuansa rock n roll.

Live On :
Lagu ini juga berbahasa inggris, kurang begitu menggigit padahal dengan mendengarkan lagu ini mungkin kita bisa teringat dengan lagu-lagu Mr. Big.

I Want To Break Free :
Wajar jika Dhani memasukkan lagu ini kedalam album Republik Cinta ini karena memang musik Dewa 19 dari dulu banyak terinspirasi oleh musik Queen.
Aransemennya juag menarik dengan riff-riff gitar Andra yang mampu berkolaborasi dengan kekuatan vocal Once.

Nah, dengan modal keaneka ragaman warna musik yang terkesan baru apakah Dewa 19 mampu menuai sukses dalam obesinya Go-Internasional, atau paling tidak Go-Asia.
Kalau untuk urusan pasar dalam negeri sendiri sudah tidak diragukan lagi, Dewa 19 diprediksi akan kembali menuai sukses sperti pada album-album sebelumnya.
Karena untuk bisa Go-Internasional, mungkin totalitas yang mendukung adalah hijrah seperti yang dilakukan oleh Anggun.
Yah liat aja nanti.

(dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s