004.Fenomena Bakso

Beberapa pekan terakhir ramai dibicarakan tentang pemakaian bahan makanan yang sebenarnya bukan ditujukan dikonsumsi manusia.

Setelah formalin dan borax merebak di media massa sampai-sampai banyak pedagang kecil seperti mie, tahu, ikan asin dan makanan yang sering diberitakan mengandung formalin-borax turun drastis penjualannya.
Beberapa pedagang makanan sampai memasang banner “tidak mengandung formalin”.

Tempo hari (31.12.2005 & 01.01.2006) di “Reportase” TransTV ada investigasi tentang seluk beluk pembuatan makanan dengan bahan tambahan borax dan yang lebih mengerikan lagi adanya pembuatan bakso memakai daging tikus.
Beberapa waktu yang lalu TransTV emang pernah juga mengivestigasi penjualan Ayam Tiren waktu merebak flu burung, ayam tiren ini artinya ayam mati kemarin yang berarti ayam yang telah mati alias bangkai yang diperjualbelikan dipasar yang berasal dari oknum karyawan peternakan.
Emang ada trik dan tip untuk membedakannya selain warna daging dan ngetes memakai naluri binatang misalnya kucing (kucing aja ogah makan ayam tiren !).

Setelah nonton Reportase tadi kita akhirnya jijik untuk mengkonsumsi bakso tersebut (untung gw gak doyan bakso… sori ya yang fans bakso!). Bakso emang makanan yang menarik untuk dibicarakan setelah sebelumnya ada berita mengenai pembuatan saus tomatnya yang berasal dari tomat busuk, sekarang kasus formalin dan daging tikus.

Kebetulan lokasi nara sumber TransTV ada di Pantura yang kebetulan di sana banyak tikus sawah dan kalo gak adapun biasa pake tikus got yang besar, lalu dicincang dan dicampur dengan adonan bakso, jadi mereka butuh 1 kg daging tikus sehingga hemat 50 ribu buat ngegantiin daging sapi.

Untuk membedakan bakso yang pake borax emang lebih gampang (warna dan uji hewan), tapi untuk membedakan bakso tikus ama bakso sapi agak sulit, kecuali yang bikin yang tau.
Ini emang bukan gosip atau berita bohong seperti berita bakso tikus di millis beberapa waktu yang lalu.

Lalu apa sih peran pemerintah dalam hal ini Badan POM ataupun Depkes?
Emang bahan tambahan makanan telah diatur dalam Peraturan Menkes No.722/Menkes/Per/IX-1988 tentang bahan Tambahan Makanan.
Karena potensi bahayanya, keempat jenis bahan kimia ini (formalin, boraks, pewarna merah rhodamin B, dan pewarna kuning metanil yellow) dilarang digunakan di dalam produk pangan.

Formalin banyak digunakan sebagai disinfekstan untuk pembersih lantai, kapal, gudang, dan pakaian, sebagai germisida dan fungisida pada tanaman dan sayuran, serta sebagai pembasmi lalat dan serangga lainnya.
Formalin sangat mudah diserap melalui saluran pernafasan dan pencernaan.

Penggunaan formalin dalam jangka panjang dapat berakibat buruk pada organ tubuh, seperti kerusakan hati dan ginjal.
Karena beracun, kemasan formalin diberi label dengan tanda gambar tengkorak pada dasar kotak berwarna jingga.

Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Dalam air boraks berubah menjadi natrium hidroksida dan asam borat.
Boraks umumnya digunakan untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, sebagai pengawet kayu, dan pembasmi kecoa.
Asam borat maupun boraks adalah racun bagi sel-sel tubuh, berbahaya bagi susunan saraf pusat, ginjal dan hati.

Formalin dan Borax biasanya disalahgunakan dalam pembuatan bakso, kerupuk, mie dan sejenisnya.

Rhodamin B adalah zat warna sintesis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan berwarna merah terang berfluoresens. Rhodamin B umumnya digunakan sebagai pewarna kertas dan tekstil.
Percobaan pada binatang menunjukkan rhodamin B diserap lebih banyak pada saluran pencernaan. Kerusakan pada hati tikus terjadi sebagai akibat pakan yang mrngandung rhodamin B dalam konsentrasi yang tinggi.

Konsumsi rhodamin B dalam waktu lama dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.

Metanil yellow adalah zat warna sintesis berbentuk serbuk berwarna kuning kecoklatan, larut dalam air, agak larut dalam aseton.

Metanil yellow umumnya digunakan sebagai indikator reaksi netralisasi asam-basa.
Metanil yellow adalah senyawa kimia azo aromatik amin yang dapat menimbulkan tumor dalam berbagai jaringan hati, kandung kemih, saluran pencernaan atau jaringan kulit.

Rhodamin B dan Metanil Yelloe biasanya disalahgunakan untuk mewarnai makanan.

Akan tetapi sebagai konsumen kita juga harus waspada terhadap apa yang harus kita konsumsi, mau makan daging ayam takut kena flu burung, makan tahu, ikan asin takut mengandung formalin, makan bakso apalagi selain takut formalin juga jijik ama daging tikus, buat yang punya anak kecil juga harus mewaspadai makanan kecil yang sering dijajakan di depan sekolah!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s