Health: Pakai Antibiotik Dengan Bijak

Sering kalo si kecil sakit, kita gak bisa mengelak buat ngasih obat-obatan buat kesembuhannya.
Tapi ngasih obat pun tetap gak boleh sembarangan, supaya gak muncul dampak negatif.
Jika kita kepepet kudu ngasih obat buat si kecil, coba patuhi ‘rambu-rambu’ di bawah ini buat meminimalisasir dampaknya:

Perhatiin petunjuk penggunaannya, misal apa pemakaian antibiotik emang diperlukan buat penyakit si kecil.
Gunakan sesuai dosis yang dianjurkan, jangan ngasih antibiotik dengan dosis yang kelewat rendah atau tinggi, karena bisa bahaya.
Perhatiin aturan pakainya, brapa kali sehari, apa diberikan sesudah ato sebelum makan.

Nah, udah tahu bukan Bu? Setidaknya kita bijak dalam menyembuhkan penyakit si kecil ya…

Tanyain pada dokter yang ngrawat ato apoteker, apa obat yang diberikan punya efek samping, bila ya tanyain apa aja dampaknya.
Apa selama mengkonsumsi, si kecil kudu pantang makanan tertentu ato tidak.

Buat catetan tiap kali obat dikasih ke si kecil, hingga slalu tau kapan ngasih dosis terakhir.
Jika sedikit telat ngasih obat, baliklah pada jadwal pemberian dosis berikutnya.

Baca label pemeliharaan/ penyimpanan obat, misal obat kudu disimpen di tempat kering/ sejuk.

Jangan ngasih antibiotik yang diresepkan bagi orang lain apalagi orang dewasa tanpa persetujuan dokter, meski penyakitnya sama.
Jangan hanya karena alasan,”sayang sudah terbeli.. mahal-mahal…..”

Slalu ngasih antibiotik buat jangka waktu ditentukan dokter, kecuali jika dokter bilang hal lain, bahkan jika si kecil tampak sudah pulih benar.

Catet semua obat yang dikasihkan ke bayi (termasuk antibiotik), buat penyakit apa diberikan, jangka waktu pemberian, efek samping ato efek terbalik yang timbul, pada buku riwayat kesehatan anak.

Jangan minum obat antibiotik sisa. Meski jarak sakit si kecil hanya satu bulan dengan gejala penyakit sama persis dengan penyakit sebelumnya, sisa antibiotik gak boleh diminumkan kembali.
Kenapa? Tak lain karna selain masa aman obat gak terjamin, pada dasarnya tiap kali anak sakit, kadar penyakit dan kumannya berbeda.
Jadi antibiotik ‘bekas sakit kemarin’ belum tentu cocok digunakan lagi.
Obat ini emang beda dengan obat penurun panas atau pilek yang dapat ditebus kembali jika diserang penyakit yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s