Doa, Usaha & Jawaban Tuhan

Alkisah Ibrahim a.s. mendapat wahyu untuk meninggalkan istri dan anak bayinya di dekat reruntuhan rumah Adam a.s.
Sebuah lokasi yang kering dan sangat sepi.
Tak perlu menunggu lama untuk sampai pada keadaan dimana air susu mengering dan bekal air pun habis.
Si bayi mulai menangis, maka paniklah Hajar, sang ibu, berusaha menemukan air untuk pelega haus anaknya.

Tampak di kejauhan, di bukit Shofa kilauan air.
Hajar berlari ke sana dengan tenaga yang lemah.
Ternyata hanya fatamorgana. Tidak ada air.
Lalu tampak di kejauhan, di bukit Marwa, kilauan air.
Maka Hajar pun berlari sekuat tenaga ke sana. Tak juga ada. Hanya fatamorgana.

Berulangkali kemudian hajar berlari ke Shofa, Marwa, Shofa, Marwa, hingga tujuh kali… saat…
Si bayi, Ismail yang menangis dengan keras terus menjejak-jejakkan kakinya tiba-tiba terdiam. Dari bekas jejakan-jejakan kaki mungil itu mengalirlah air yang jernih.

Maha besar Allah penguasa langit dan bumi! Ternyata lewat kaki yang kecil itulah jalan diturunkannya air di lembah gersang itu.
Sumur zamzam, selama ribuan tahun kemudian terus memberikan kehidupan di lembah Mekkah.

Tugas manusia untuk menyempurnakan doa dan usaha.
Tuhan menjawab dengan caraNya yang halus, terkadang tampak jauh dari keberadaan usaha itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s