6 Kunci Kepemimpinan

Tidak sekedar mengagumi orang-orang sukses, tapi kita juga harus belajar untuk melakukan apa yang mereka lakukan, dengan kata lain, menggunakan falsafahnya untuk membangun bisnis kita sendiri.

Ada enam hal penting yang perlu kita perhatikan bila kita ingin sukses dalam memimpin.

Pertama, control your destiny or someone will.
Intinya adalah kalau tidak dapat mengontrol tujuan hidup kita sendiri, maka orang lain lah yang akan mengontrol kita.
Artinya, perlu kemauan untuk sukses, maju, tahu apa yang menjadi cita-cita dan berjuang sendiri ke sana.
Karena kalau tidak, hidup kita akan ditentukan oleh orang lain.

Kedua, face reality as it is. Not as it was or as you wish it were.
Kita harus mau menghadapi kenyataan seperti apa adanya.
Bukan seperti apa yang kita harapkan atau bukan seperti yang kita bayangkan di masa yang lalu.
Sekarang adalah sekarang, kemarin adalah kemarin.
Jangan terus menerus membanggakan kesuksesan yang sudah lalu ataupun menyalahkan keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan anda.
Tidak ada kata kalau saja, yang penting kenyataan hari ini apa.
Itu yang perlu kita hadapi.
Semua output yang muncul adalah hasil dari reaksi anda atas keadaan ini.

Ketiga, be candid with everyone.
Kita harus jujur kepada semua orang.
Kita harus mau terbuka kepada semua orang.
Kalau karyawan kita jelek, katakanlah jelek.
Kalau ia baik pujilah dia dan berilah motivasi untuk menjadi lebih baik.

Keempat, don’t manage lead.
Jangan menyuruh orang saja, tetapi pimpinlah orang untuk mencari solusi dan jalan terbaik. Karena kalau kita masih saja berpikir tentang hal-hal yang kecil, maka kita tidak akan pernah maju untuk berpikir tentang hal-hal yang besar untuk bisnis kita.

Kelima adalah changes before you have to.
Berubahlah sekarang sebelum kita terpaksa berubah.
Kalau kita lihat, sebuah perubahan yang dilakukan karena terpaksa hasilnya tidak akan pernah maksimal.
Tetapi kalau perubahan itu kita lakukan karena kita ingin atau menjadi lebih baik, biasanya hasilnya jauh lebih maksimal.
Karena itu anda harus berubah dan siap berubah setiap saat, bukan hanya saat kita terpaksa berubah karena tuntutan keadaan.

Keenam, if you don’t have a competitive advantage, don’t compete.
Artinya, kalau kita tidak punya kelebihan di banding orang lain di bidang itu, maka jangan pernah bersaing.
Kita harus punya kelebihan secara apapun, baik secara sifat me-manage, cara mengelola dan lain-lain.
Kita harus lebih dari orang lain, barulah bisa berkompetisi dan bersaing dengan orang lain.
Kalau kita tidak mempunyai kelebihan dari yang lain, lebih baik mundur dari bidang itu dan mencari bidang yang lebih dikuasai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s