Hidup ini Ibarat Melukis


“Hidup ini ibarat melukis. Baik-buruknya lukisan sangat tergantung kepada warna dan pola goresan kuas kita.”

Alkisah ada seorang anak yang sangat pandai melukis, pada suatu hari di negaranya diadakan pertandingan melukis, anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena hadiahnya sangat besar, yaitu diangkat menjadi pejabat tinggi pemerintah.

Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan melukis seekor ular, dengan kriteria penilaian lukisan harus semirip mungkin dengan ular dan secepat mungkin menyelesaikan lukisan.
Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir di lapangan pertandingan, siap dengan semua alat lukis-nya.

Ketika aba-aba diberikan, semua peserta serentak mulai melukis.
Tak lama kemudian si anak itu selesai melukis seekor ular yang sangat mirip, begitu hidup lukisannya.
Si anak kemudian mendongakan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka, maka si anak kemudian menambahkan empat buah kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang, ditambahkannya tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar dari mulut ular tersebut.

Ketika si anak menyerahkan lukisannya itu ke panitia penilai, semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka.
Sore hari itu juga pemenang pertandingan diumumkan, pemenangnya adalah anak dari desa lain yang melukis seekor ular kurus yang pucat dan terlihat lemas, sedangkan lukisan anak yang sangat pandai itu dinyatakan diskualifikasi walaupun dia adalah orang yang pertama menyelesaikan tugas.
Panitia memutuskan lukisannya bukan ular, tetapi seekor naga.

Dalam kehidupan kita, sering sekali kita juga terjebak dalam kegiatan seperti anak itu, kita menambahkan hal hal yang kurang perlu dalam aktifitas dan pekerjaan kita sehingga kita tidak dapat meraih predikat juara.

Kadang kita melontarkan kalimat yang menyakitkan orang lain, kadang kita mudah tersinggung, kadang kita terlalu bertele tele ketika memberikan pendelegasian, kadang kita dikurung dalam berbagai praduga, curiga dan kurang percaya, kadang emosi kita terbawa dalam pekerjaan, dan semua itu menyebabkan karya kita bukan lagi lukisan seekor ular, melainkan seekor naga yang menyemburkan api dalam mulutnya.

Humor Sufi

Cermin
Di tepi jalan seorang tolol menemukan sebuah cermin.
Dia memungutnya, melihat ke cermin, dan tampak olehnya bayangannya.
Segera ia meletakkan cermin itu lagi, seraya berkata, “Maaf, aku tidak tahu kalau itu milikmu.”

Hantam Kepalamu
Seorang lelaki datang kepada seorang syekh sufi dan berkata:”Aku capek jadi seorang zahid, dan keduniawian membuatku dingin.
Apa yang harus kulakukan?”Sufi itu menjawab: “Hantam kepalamu dengan batu karang.”

Syair yang Jelek
Amir kota membacakan sebuah syair yang digubahnya dan meminta pendapat Bahlul.
“Aku tidak menyukainya,” sahut Bahlul.
Amir pun marah dan memerintahkan agar Bahlul dijebloskan ke dalam penjara.
Minggu berikutnya si amir memanggil Bahlul dan membacakan lagi di hadapannya syairnya yang lain.
“Bagaimana dengan yang ini?” tanyanya.
Bahlul segera bangkit berdiri.
“Hendak ke mana kamu?” tanya si amir.
“Ke penjara,” jawab Bahlul.

Ayam Jantan
Sekelompok pemuda bersepakat akan mempermainkan Mullah Nashruddin.
Masing-masing di antara mereka membawa sebutir telur dan mengajak Mullah ke tempat mandi umum.
Di dalam tempat mandi umum mereka berkata: “Kita sekarang mau bertelur, yang tidak bertelur harus mentraktir.”
Lalu para pemuda itu berjongkok, berkokok, dan menggelindingkan telur yang mereka sembunyikan di dalam celana mereka.
Seraya berpaling ke arah Mullah, mereka melihatnya sedang mengepak-kepakkan kedua tangannya dan mulai bersuara seperti ayam jantan.
“Demikian banyak ayam betina membutuhkan seekor ayam jantan,” kata si tua Mullah kepada para pemuda yang keheranan itu.

Bosan terhadap Guru
Sekelompok anak sekolah yang sudah jenuh dengan guru mereka memutuskan untuk melepaskan diri darinya sejenak.
Salah seorang di antara mereka, yang lebih arif daripada yang lainnya, berkata “Aku akan masuk ke dalam kelas untuk mengatakan kepada guru: “Mengapa Bapak kelihatan begitu pucat?”
Lalu Hasan masuk ke dalam kelas dan bertanya kepada guru itu apakah dia sedang tidak enak badan.
Lalu Asad, Karim, satu persatu, semuanya berkomentar sama.”
Anak-anak itu melakukan apa yang sudah mereka rencanakan.
Mulanya sang guru tidak begitu memperhatikan, tetapi lama lama dia menjadi yakin kalau dirinya benar-benar sakit.
Dia merasa sakit hati kepada istrinya karena tidak memedulikan keadaan dirinya: “Tadi pagi istriku bahkan tidak menanyakan kepadaku apa yang sedang kurasakan dan apakah aku sebaiknya tinggal di rumah saja, tidak usah mengajar.
Barangkali dia berharap aku mati saja.”

Learn From Bamboo

This is a very beautiful message worth passing onto everyone. I totally agree with everything said here…….worth keeping for inspiration and to keep us all going……..

One day I decided to quit…I quit my job, my relationship, my spirituality… I wanted to quit my life.
I went to the woods to have one last talk with God.
“God”, I said. “Can you give meone good reason not to quit?”
His answer surprised me…

“Look around”, He said.
“Do you see the fern and the bamboo?””Yes”, I replied.

“When I planted the fern and the bamboo seeds, I took very good care of them.
I gave them light. I gave them water. Thefern quickly grew from the earth.
Its brilliant green covered the floor. Yet nothing came from the bamboo seed.
But I did not quit on the bamboo. In the second year the Ferngrew more vibrant and plentiful.
And again, nothing came from the bamboo seed. But I did not quit on the bamboo.” He said.
“In year three there was still nothing from the bamboo seed. But I would not quit.

In year four, again, there was nothingfrom the bamboo seed. I would not quit.” He said.

“Then in the fifth year a tiny sprout emerged from the earth.
Compared tothe fern it was seemingly small and insignificant…
But just 6 months laterthe bamboo rose to over 100 feet tall.
It had spentthe five years growingroots.
Those roots made it strong and gave it what it needed to survive.
I would not give any of my creations a challenge itcould not handle.” He said to me.

“Did you know, my child, that all this time you have been struggling,
you have actually been growing roots?”

“I would not quit on the bamboo. I will never quit on you.
“”Don’t compare yourself to others.” He said.
“Thebamboo had a differentpurpose than the fern.
Yet they both make the forest beautiful.
“”Your time will come”, God said to me. “You will rise high”

“How high should I rise?” I asked.”How high will the bamboo rise?
” He asked in return.”As high as it can?” I questioned “Yes.
” He said, “Give me glory by rising as high as you can.
“I left the forest and bring back this story.
I hope these words can help yousee that God will never give up on you.
He will never give up on you.

Never regret a day in your life.
Good days give you happiness;
bad days give youexperiences;
both areessential to life

Motivation: Kerja Sama

Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai,
Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya,
Lalu kelinci itu berkata: “Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,
Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.”Sang Rubah jantan merasa tertantang, “dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?”

Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci,
Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang Kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai tiba tiba datang seekor serigala besar yang hendak memangsanya,
Lalu kelinci berkata : “Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,
Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.

“Sang serigala merasa tertantang, dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?
“Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, tiba tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya,
Lalu kelinci berkata: “Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.

“Sang Beruang merasa tertantang, “dimanapun jadi, masa sih kelinci bisa menang melawan aku?”
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci,
Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.

Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai,
Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai “Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan!!
“Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya.

Sambil menguap Harimau berkata ” Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang.

Reflexi:

The Winner selalu berfikir mengenai kerja sama,
SementaraThe Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.

Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama:

(MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA)

Inspiration Today


Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.
( Benjamin Franklin )

Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu.
( Hugh Downs )

Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi.
( Jawaharlal Nehru )

Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan.
( Confusius )

Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini.
(Samuel Taylor Coleridge )

Kesalahan terbesar yang bisa dibuat oleh manusia di dalam kehidupannya adalah terus-menerus mempunyai rasa takut bahwa mereka akan membuat kesalahan.
( Elbert Hubbard )

Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
( Confusius )

Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya
( Alexander Pope )

Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah.
( Kahlil Gibran )

Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh.
( Andrew Jackson )

Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai.
( Schopenhauer )

Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudera yang tenang, tapi ia akan dilahirkan dari samudera yang penuh terpaan badai, gelombang dan topan

Nice Story: Gadis dengan Setangkai Mawar

Ada cerita menarik dari negeri seberang yang patut kita renungkan.

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit.
John sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenalwajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.
Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan.

Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut.
Pemilik terdahulu buku tersebutadalah seorang gadis bernama Hollis Molleon.
Hollis tinggal di New York dan John di Florida.
John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat.
Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medanperang, Perang Dunia II.
Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun.


Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di Tanah yang subur dalam hati masing-masing dan jalinan cinta merekapun tumbuh.John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto.
Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis
“Kalau perasaan cintamu tulus, John, bagaimanapun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu.
Jadi sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya.

Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu muka.
Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan.
“Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai.
“Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah bajuku”, kata Nona Hollis.
Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba-tiba jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya….

Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati
Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekumtum mawar merahdi kerahnya.
“O….itu Hollis!!!!” Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk.
Gadis berbaju hijau hampir menghilang.

Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi 2 ingin lari mengejar sang gadis cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang.
Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusiasetengah baya itu dan menyapanya, “Nama saya John Blanford, anda tentusaja Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam bersama saya?

“Sang wanita tersenyum ramah dan berkata “Anak muda, saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yangbaru saja lewat memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan diamengatakan kalau anda mengajak saya makan maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji anda.

“Pernahkah terpikir oleh anda sekalian, bahwa si pemuda bernama John Blanford di atas akan menarik semua perkataan-perkataan cinta romantis yang pernah di tulis dalam surat-suratnya apabila, katakanlah memang benar ternyata Nona Hollis hanyalah seorang wanita gemuk dengan rambut hampir beruban.
Untunglah John seorang yang sangat cerdas dan berhikmat.
Dia bisa saja berpikir pasti dapat mengeluarkan sebuah alasan lain untuk mengagalkan lamarannya.

Dan tentunya jika itu terjadi, maka cerita ini pasti tidak akan ada.
Seseorang akan sangat mudah tertipu dan tergoda untuk mengikuti mata jasmani dan mengabaikan kata hati.
Orang lebih menyukai apa yang dapat dia lihat dan sentuh dari pada apa yang dapat dirasakan dan di sentuh oleh hatinya.Ini adalah salah satu titik kegagalan manusia dalam menjalani kehidupannya sebagai orang yang beriman.
Kita lebih tertarik melihat sebuah senyuman manis, dari pada sikap hati.
Kita lebih menyukai bola mata yang bulat dan bening ketimbang mata hati yang tajam dan peka.
Kita lebih menyukai wajah rupawan dari pada karakter yang bagus.

Singkat kata,
kita semua lebih menyukai hal-hal yang bersifat jasmaniah ketimbang hal-hal rohaniah.
Itulah sebabnya seringkali kita tersandung karena ulah kita sendiri !!!

Renungan: Gratis Sepanjang Masa

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek.

Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

Untuk memotong rumput 2 Dinar.
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1 Dinar.
Untuk pergi ke toko disuruh ibu 1/2 Dinar.
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja 1/2 Dinar.
Untuk membuang sampah 1 Dinar.
Untuk nilai yang bagus 3 Dinar.
Untuk membersihkan dan menyapu halaman 1/2 Dinar.

Jadi jumlah utang ibu adalah 8 1/2 Dinar.

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap.
Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu.
Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya.

Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis.
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis.
Mengobati kamu dan mendoakan kamu, gratis.
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis.
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis.
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis.
Anakku…dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS.

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya.
Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya.
Dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu”

Kemudian ia mengambil pulpen sdan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar:
“LUNAS”

Renungan: Kisah The Lizard (Kadal)

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokkan tembok.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu.
Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran.


Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10tahun???

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun,tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
Kemudian,tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya…astaga!!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu.
Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10tahun.
Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah.Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu.
Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun.
Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan.
Kita tersentuh ketika mendengar cerita ini, lalu mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, saudara lelaki,saudara perempuan…..

Berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.
JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!!

Sebuah catatan dari Cae Hiew “Cinta membuat jiwamu muda kembali dan menghilangkan semua keriput”

Renungan: Sometimes Good People Do Evil Things….

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja.
Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun.
Sendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci.
Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli bapaknya, ataupun memetik bunga, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku.
Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan.
Dicobanya pada mobil ayahnya.
Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas.
Apa lagi anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil.
Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya imajinasinya.

Terkejut Ayah dan ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar.
Mukanya merah padam ketakutan dan berkata ‘Tak tahu… !” “Kamu di rumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya.
Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu ayah.. cantik kan!” katanya sambil memeluk bapaknya ingin bermanja seperti biasa.
Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depannya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Setelah selesai, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu.

Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis.
Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu kemudian menidurkan anak kecil itu.

Masuk hari keempat, pembantu memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas.
“Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu.
Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.
Doktor menyarankan masuk rumah sakit karena keadaannya serius.
Bahkan setelah seminggu di rawat inap dokter mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sudah bernanah dan kondisi nya sangat parah.
Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu.


Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan.
Si ibu meraung merangkul si anak.
Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah gemetar menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Si anak menangis kesakitan.
Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut perban putih.
Ditatapnya muka ayah dan ibunya.
Kemudian ke wajah pembantu rumah.
Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.

Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “ayah.. ibu… Ita tidak akan melakukannya lagi.
Ita tak mau ayah pukul. Ita tak mau jahat.
Ita sayang ayah.. sayang mama.” Katanya berulang kali membuat si ibu gagal menahan rasa sedihnya.
“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Ita.
Untuk apa diambil?..
Ita janji tidak akan mengulanginya lagi!
Bagaimana caranya Ita mau makan nanti?
Bagaimana Ita mau bermain nanti?
Ita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya.
Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

*”Jika tidak dapat apa yang kita suka. Belajarlah utk menyukai apa yang kita dapat..”

*SoMeTiMeS GoOd PeOpLe Do EvIl ThiNgs….